Top Social

Koper atau Ransel?

October 21, 2016

Koper.
Ya, saya lebih memilih koper dibandingkan ransel, atau dengan kata lain, untuk seseorang dengan budget terbatas seperti saya, saya lebih memilih jalan-jalan dengan nyaman, meski tidak sering dibandingkan sering jalan-jalan, tapi harus tidur ber-12 dalam satu kamar.
Pada awalnya saya pikir saya adalah seorang bertipe koper, namun saat saya kembali ke Indonesia for good tahun 2015 kemarin, saya menyadari hal yang berbeda.
Di Hamad International Airport (Doha) saya transit selama 8 jam. Di sana saya hanya bisa bolak-balik berkeliling lihat-lihat tanpa beli oleh-oleh apapun. Lalu saya sedih. Haha.
Sejak saat itu saya bertekad ga mau jadi traveler kere, karena sejatinya saya suka beli-beli barang ga penting dan ngasih oleh-oleh. Saya juga lebih memilih diam di rumah baca komik, daripada tidur sekamar sama orang asing.
Lagipula, saya juga bukan tipe orang yang sering jalan-jalan, berkunjung ke tempat-tempat bersejarah atau mengejar aurora (bisa jadi postingan lain nih, saya lebih suka jalan-jalan ke museum-museum modern dan taman bermain daripada tempat bersejarah atau alam). Jadi, ga perlu khawatir.

Pada akhirnya, seringnya, saya lebih memilih tidur daripada ke luar rumah. Haha. Cemen.
Post Comment
Post a Comment