Top Social

Kecipratan

October 17, 2020

 


Saya sedang merenung. Mengapa mengeluh itu mudah sekali dilakukan. Iri terhadap pencapaian orang. Sirik melihat apa yang dimiliki orang lain.


Mengapa bersyukur itu berat sekali? Padahal tidak sedang berada di tengah kesusahan.


Katanya kalau kita bersyukur kepada Tuhan, maka Dia akan melipatgandakan nikmatnya.


Tapi, kenapa kita harus bersyukur? Apakah Dia butuh rasa syukur kita? 


Ya mungkin ga butuh sih. Sama saja seperti kita yang senang kalau ada yang bilang terima kasih setelah kita bantu. Padahal ya ga butuh. 


Eh. Kok nyama-nyamain Tuhan dengan manusia?


Jangan-jangan, senang kalau ada yang berterima kasih itu adalah sifat Tuhan yang "diwariskan" kepada manusia?


Wow, saya kecipratan sifat Tuhan.

Post Comment
Post a Comment